Feminisme dalam film, Dari film Ocean Eight ke film Lima

Pilihan film yang penulis tonton minggu adalah film yang memiliki sudut pandangan feminisme. Walaupun dari sudut pandang feminisme, tapi cukuplah menghibur penulis  sebagai penonton. Dimana dalam film Lima memperlihatkan kekuatan anak perempuan yang bernama Fara berjuang menyatukan adiknya setelah kematiannya ibunya. Hingga kekuatan seorang perempuan yaitu Debbie Ocean yang ingin balas dendam dan menjadi pimpinan 8 perempuan untuk mencuri “Toussaint”

LIMA

Lima
sumber foto : http://www.tagar.id

Permasalahan yang muncul dalam film Lima adalah tentang ke-Indonesian dari isu agama hingga situasi sosial (khususnya SARA) yang ada di Indonesia.

Sosok Fara yang diperankan oleh Pia Nasution yang menjadi pengganti orang tua untuk kedua adiknya setelah peninggalan ibu-nya. Permasalahan Fara muncul ketika menguburkan ibunya yang memiliki perbedaaan agama didalam keluargannya. Kondisi dimana salah satu agama bagaiman sulitnya untuk memakamnnya seseorang karena pernah pernah memeluk agaman lain. Sosok kakak perempuan yang bijaksana dan dominan membuat film ini memiliki konflik yang menarik khususnya tentang ke-Indonesia

Kekuatan tokoh wanita yang lain dalam film Lima, yaitu kekuatan seorang ibu, yang bernama ibu Maryam. Tokoh yang tidak tampak terlalu dominan dalam film tetapi meninggalkan jejak dalam film. Rasa kehilangan anaknya terhadap sosoknya ibunya yang bernama Ibu Maryam menjadi salah satu konflik film. Aspek lain yang menurut penulis kekuataan film ini yaitu setting rumah yang digunakan seolah mendukung status sosial dan menunjukan keharmonisan dari kelurga sehingga jejak ibu Maryan terekam jelas dalam film.

OCEAN EIGHT

Ocean Eight
sumber foto : http://www.filmreviews.net.au

Setelah ber”melow” dengan film Lima yang bergenre drama, ada film Ocean Eight yang termasuk dalam genre drama action. Kisah Debbie Ocean yang meng koordinir teman-teman wanitanya untuk mencuri berlian “Toussant” seharga 150 juta dollars yang dimiliki oleh Cartier. Pemilihan struktur dramatik dan gaya editing yang membuat penulis sangat menikmati film ini, dimana diperlihatkan bahwa tujuan utama dari film ini tidak hanya mencuri Touissant tetapi ada unsur balas dendam dan mencuri berlian yang lain.

“Girl Power” ini konsep yang mungkin bisa diterapkan dalam film ini, karena tidak seperti film produksi hollywood yang perempun sebagai anggota cheerleader ataupun sosok single parents tapi film Ocean Eight diperlihatkan sekelompok perempuan yang menjadi otak dari sebuah pencurian berlian. Film ocean eight sangat memperlihatkan kekuatan Struktur Hollywood Klasik, tapi tidak semudah itu ditebak ending dari film ini, walaupun ending film ini tetaplah happy ending.

Jadi apa pilihan film anda minggu ini?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s