Hari kedua saya di solo, ada 2 tempat yang saya ingin kunjungi yang merupakan tempat yang wajib dikunjungi di Solo yaitu Kraton Surakarta dan House of Danar Hadi (Museum Batik koleksi pak Susanto – Pemilik Danar Hadi-)

Pada hari kedua hal yang pertama kali saya lakukan adalah makan Nasi Timlo Sastro, makanan yang harus dimakan saat berada di solo selain Nasi Liwet Nasi Gudeg dan Nasi Pecel adalah Nasi Timlo. Nasi Timlo yang terkenal seantero solo adalah  Nasi Timlo Sastro yang terkenal denag tagline “Pelopor Nasi Timlo di Solo” lokasi nasi timlo satro berada dibelakang dari pasar gede. Nasi Timlo ini sangat cocok dimakan di pagi hari. Keunikan lain dari nasi timlo sastro ada live musik yang menggunakan alat musik tradisional tapi tidak hanya memutarkan lagu jawa tapi memutar semua genre musik. Tenang saja harga masih murah, ini kenapa saya sangat suka solo semua makann masih murah dan sangat enak.

image

Setelah kenyang makan nasi timlo saya mencoba kopi angkringan yang lokasinya masih disekitar pasar gede, disana tersedia kopi susu maupun kopi hitam hanya dengan harga Rp 3,500 sudah mendapatkan segelas kopi yang diproduksi sendiri.
image

Saatnya menjelajahi Keraton Surakarta, untuk masuk kedalam keraton terdapat beberapa pintu akses yang bisa kita masuki, saya masuk keraton dari belakang pasar klewer dan membeli tiket disana dengan seharga Rp10,000,- sudah bisa masuk ke beberapa area keraton solo. Memang keadaan keraton solo ini sudah menyedihkan karena tidak terawat, hal ini terjadi semenjak perebutan kekuasaan raja. Didalam keraton solo kita akan melihat beberapa lukisan raja keraton solo dan juga alat alat peninggalan dari keraton solo. Banyak peninggalan yang ada dalam keraton solo ini tidak diberikan penjelasan tentang detail peninggalan tersebut dan keadaan peninggalan yang cukup menyedihkan. Menurut saya lebih baik keadaan pura mangkunegaraan daripada keraton solo.

Setelah puas menikmati keadaan keraton solo yang cukup menyedihkan saya lanjut berjalan menuju museum batik dari danar hadi (House of Danar Hadi) tapi dalam perjalan saya berhenti di srabi notosuman. Tempat ini merupakan tempat khas orang membeli oleh oleh khas solo, ketika saya membeli disana orang bisa membeli sampai 30 buah sampe 80 buah boleh memesan srabi di gulung atau tidak, tapi saya hanya membeli 5 buah karena makan ini  hanya tahan 1hari. Srabi Notosuman ini hanya bisa dibawah pulang tidak bisa untuk makan di tempat.

image

House of Danar Hadi, ini merupakan store dan juga musem dari koleksi yang dimiliki oleh pak Susanto pemilik dari batik Danar Hadi. Tempat ini memilki koleksi puluhan ribu yang semuanya adalah milik pak Susanto  kolesi ini dimiliki dari hasil pembelian melalui lelang (di dalam dan luar negri) dan juga hasil hibah. Saya sekali ketika saya di musem batik Danar Hadi tidak boleh memfoto koleksi, tapi menurut saya koleksi batik batiknya sangat indah oleh karena itu anda harus datang sendiri kesana. Di House of Danar Hadi museum anda akan dijelaskan proses dari membatik, baik dengan menggunakan canting ataupun printing (menggunakan plat). Anda tidak perlu kuatir selama di museum karena selama berada di Museum anda akan ditemani tour Guide secara gratis, hal lain yang sangat menguntungkan adalah apabila anda pelajar hanya dengan menunjukan kartu pelajar / kartu mahasiswa anda akan mendapatkan harga spesial. Puas anda melihat koleksi batik yang dimiliki pak Susanto, anda akan diperlihatkan bagaimana proses membatik baik printing maupun dengan canting. Saran saya ketika ada di House of Danar Hadi, Solo belilah beberapa cinderamata karena harga yang diberikan di toko House of Danar Hadi, Solo lebih murah dibanding toko-toko Danar Hadi yang lainnya.

Sore berlalu saatnya kembali ke Hotel untuk istirahat sebentar dan membersihkan diri. Dalam perjalanan kembali ke Hotel saya melewati sebuah taman  yaitu taman Sriwedari, taman ini merupakan taman yang banyak dikunjungi anak muda solo untuk hang out, selain itu ditaman ini sering jadikan tempat pertunjukan seni oleh anak muda solo, khususnya pada malam hari.

Malam datang, dan malam ini adalah malam minggu. Hal pertama yang saya ingin kunjungi adalah “Night Market”, Night market berada di sepanjang jalan didepan pasar ngarsopuro, tapi prediksi saya berbeda dengan apa yang saya baca di beberapa review sekarang ini night market tidak seramai ketika pak Jokowi menjadi walikota solo. Di Night Market ini banyak menjual hasil kreatif anak muda solo, yang belum pernah saya temukan di Jakarta.

Puas melihat di Night Market saat saya mencoba makan Nasi Liwet. Nasi Liwet adalah salah satu makanan yang anda harus coba, Nasi Liwet solo sangat berbeda dengan nasi liwet sunda yang saya pernah makan. Nasi Liwet solo menggunakan sayur labu dan potongan ayam, memakan nasi liwet menggunakan cabe rawit hijau yang direbus utuh. Selain itu anda bisa menambahkan tahu atau tempe bacem, tergantung selera anda.

Saatnya mencoba tempat hang out yang terkenal di Solo yaitu Tiga Tjeret, ini merupakan tempat berkumpul anak muda di Solo. Cafe Tiga Tjeret menjual makanan yang dikonsepkan dalam wedangan atau kita lebih mengenalnya dengan angkringan, selain itu menyediakan beberapa minuman khas solo, salah satu minuman yang saya coba adalah susu tape hangat yaitu percampuran antara susu coklat dan tape ketan. Cafe Tiga Tjeret buka 24 jam, dan lokasinya tidak jauh dari Night Market (Pasar Ngarsopuro).

Bersambung ke hari ke tiga saya di Solo yang akan saya lanjutkan ke kota selanjutnya yaitu Jogjakarta.

Advertisements